Eufoni Dari Nyanyian Perjalanan

Denting waktu selalu mengajari……..

Detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun dalam rotasi sinergis

Berganti dengan ornamen-ornamen menakjubkan di setiap rentas perjalanan

Dalam modulasi hukum alam yang cermat

Secermat pembuatnya YANG MAHA CERMAT

Jenak dan jejak berpadu bak harmoni

Mendendangkan ribuan syair nan syahdu

Mengiringi dawai dalam alunan melodi kehidupan

Kerap terpaut adagio yang membuat tertegun

Hingga harus mengatur oktaf-oktaf dalam instrumen inspiratif

Tuk sebuah karya penuh makna tentang sebuah lagu kehidupan yang akan menjadi eufoni dari nyanyian perjalanan.

Allhamdulillah, Saya masih diberi kesempatan oleh Allah menghirup udara dan menikmati lukisan pelangi dalam naungan Rahmat dan limpahan anugerahNya. Hari ini titik usiaku bertambah, Tak kalah bahagianya ketika titik tersebut dialiri oleh doa dari para sahabatku.
Rabb…..Ridhoi doa mereka sebagai peneguh keberkahan perjuangan hari ini dan sisa-sisa bilangan yang Engkau amanahkan.
Hari ini titik usiaku bertambah itu berarti perjalanan akan menghampiri titik akhir.
Yah……….Pertambahan usia sekaligus mengingatkan UndanganMU menuju telaga keabadian semakin dekat.
Tabuh sang waktu tak pernah meleset kuingin terus belajar dan berproses mengoptimalkan bekal-bekal menuju jalan keridhaanMU.
Rabb……. Syukurku tak terkira memperkenankan hamba mengecap pelajaran-pelajaran hidup penuh makna.
Izinkan hamba menata diri terus….dan terus
Tegarkan dalam ujian-ujian sebagai wujud RahmanMU
Teguhkan dan istiqomahkan di jalan yang Kau ridhoi.
Hingga ku kembali dengan tersenyum setelah menuntaskan amanahMU di waktu yang telah KAU pastikan.(Goresan Mia dititik pertambahan usiaku hari ini 2 nov 2009)

“Sebaik-baik hari adalah hari yang memberi tambahan kesabaran kepada anda, yang memberikan ilmu kepada anda , yang mencegah agar tidak semakin tenggelam dalam dosa yang membukakan pemahaman dan yang memberikan tekad yang kuat dalam diri anda ” (La tahzan, Aidh Al-Qarni)

Fajar Ramadhan, Tebaran MaghfirahMU

Allah berkuasa menghidupkan dan menghentikan gerak kehidupan

Detik telah menyampaikan di waktu-waktu penuh kemuliaan

Kebahagiaan menelisik di jiwa, menyembur dalam suka cita tak terkira menyambut fajar tarbiahMU, meneguk maghfirah, berbenah menebus segala kealpaan, sinari diri ini dengan cahayaMU, ampunan, petunjuk, dan hidayah terangi langkah-langkah ini dengan keistiqomahan, AMIN……

Hari ini tepat menutup bulan sya’ban hari ke 30 di tahun 1430 H, Insya Allah ntar malam sudah akan terlihat hilal pertanda ramadhan telah menyingsing. Alhamdulillah pada saat terlihat hilal ada doa yang dianjurkan Rasul yaitu :

“ALLAHUMMA AHILLAHUU ‘ALAINAA BIL AMNI WAL IIMAANI WASSALAMAATI WAL ISLAM. RABBII WA RABBUKALLAAHU HILAALU RUSYDIW WA KHAIIR”

(WAHAI ALLAH TERBITKANLAH BULAN ITU KEPADA KAMI DENGAN SENTOSA, IMAN, SELAMAT DAN ISLAM. TUHANKU DAN TUHANMU ADALAH ALLAH, BULAN PETUNJUK DAN KEBAIKAN(Riwayat Atturmudzy)

Marhaban Yaa Ramadhan…..

Sungguh kemahabesaranMU yang meliputi segalanya masih memperkenankan hamba menjalani ramadhan bulan penuh berkah, ampunan, bulan limpahan rahmat dengan adanya “lailatul qodar” salah satu malam yang dimuliakan dan lebih baik dari seribu bulan, bulan diturunkannya Alquran sebagai pedoman hidup manusia, ampunan telah dibuka selebar-lebarnya, pahala disediakan tanpa batas, bulan suci sarana untuk membersihkan diri setelah 11 bulan menjalani proses perjuangan fluktuatif , semoga bulan ini dikuatkan dengan perjuangan membersihkan debu-debu dalam diri agar kembali fitri di akhir ramadhan, Insya Allah…… AMIN.

Lanjutkan membaca

64 Tahun Indonesiaku……

imagesREKAMAN SEJARAH DI DETIK-DETIK KEMERDEKAAN :

Hiroshima dan Nagasaki telah hancur lebur dijatuhi bom sekutu tepat tanggal 6  Agustus , disusul sehari setelahnya pengukuhan PPKI ( Panitia persiapan Kemerdekaan), Sukarno, Hatta, Radjiman Wedyodiningrat melakukan konfirmasi di Vietnam sehingga info valid bisa memastikan kondisi Jepang menuju kehancuran pada tanggal 9, Tanggal 15 Agustus Jepang menyerah mutlak kepada sekutu, Chaerul shaleh sebagai salah seorang personil gerakan bawah tanah menculik Sukarno Hatta menuju Rengasdengklok di hari tanggal 16 Agustus kemudian dikembalikan ke Jakarta pada malam hari untuk mempersiapkan detik-detik kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

DETIK-DETIK BERSEJARAH :

Sukarno dan Hatta resmi memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia tepat 17 Agustus 1945 :

CORETANKU DI 64  TAHUN KEMERDEKAAN :

Prasasti telah tertulis indah dalam relief-relief pengorbanan , perjuangan para pahlawan , ribuan aliran darah menetes di tanah persada . Semilir angin terus berhembus untuk mempertahankan kibaran merah putih. Kini 64 tahun sudah kau mengangkasa, janji terus terikrar dengan asa dan karya. Tantangan, hambatan terus menguji titik nadir. Tapi putihmu masih mampu memaknai jiwa-jiwa bersih pembalut oase negeri. Merahmu masih cukup kuat mengeja diagram dalam tabulasi acak bahkan mampu menembus ejaan-ejaan tanpa batas akan sebuah nilai keberanian dalam pengorbanan.

MERDEKA…………

Energi yang terus mengajari cita dan cinta. dalam damai memupuk dedikasi, menyapu rintangan agar kau tetap kokoh  tertancap, menjulang tinggi dengan beragam hembusan dan terpaan angin namun merah putih  tetap berkibar mengabarkan pada semesta bahwa kau tetap di hati anak negeri.

SELAMAT MILAD KE 64 INDONESIAKU.

(Coretan Mia di detik-detik kemerdekaan RI ke 64)

“Mutiara” tak terkalkulasi

W11Bismillahirrahmanirrahiim……

Sejenak saya mengamati sms sahabatku, sembari tertegun dalam perenungan akan keputusannya. Setiap pilihan tentu memiliki argumentasi dengan formulasi titik temu yang dapat dipertanggung jawabkan itulah simpulan sementara saya. Sama ketika sahabat ini mengutarakan keinginannya untuk belajar di jurusan kedokteran, meski secara realita Allah telah memilihkan jalan terbaik yang telah membawa perjuangannya sukses menembus “Bumi Ganesha”.

Hmm…..mencoba berdialog dengannya bahwa tidak semua ilmu harus lewat jalur formal, eits……. maaf bukan bermaksud menafikan jalur formal yah :-) tapi tanpa menutup mata ada dunia lain (he….he….. maksudnya bukan dunia metafisika lho yah) tapi sisi lain bentangan ruang-ruang di alam yang dapat dicermati dan ditelaah sebagai “modul-modul” pembelajaran, atau bahasa lainnya bahwa sisi informal selalu menjadi referensi untuk menambah wawasan serta mampu mengupgrade kreativitas ditengah semakin dahsyatnya perkembangan ilmu dan teknologi saat ini utamanya terkait dunia kesehatan.

Penguatan proses pembelajaran di jalur informal dengan metode otodidak cukup jelas dalam petikan-petikan diskusi terakhir kami, Hmmm….. sebuah intensitas diskusi jarak jauh yang hanya mengandalkan media komunikasi untuk share beberapa hal menarik meski terasa porsi yang mendominasi seputar kesehatan, pentingnya menjaga kesehatan bagi seorang muslim, tidak jarang terselip penekanan agar seorang akhwat/wanita memiliki pengetahuan standar kesehatan , penekanan yang bermuara pada stimulus spirit harus, ……harus……..dan harus membelajarkan diri pada hal tersebut. Setiap moment diskusi ini sesungguhnya telah mengantar dan memotivasi saya belajar ( ini mah emang udah kewajiban setiap muslim menuntut ilmu, jadi harus berburu dimana aja dan kapanpun).

Setiap kesempatan bisa diberdayakan untuk mengasah diri, sembari belajar fokus tentang bidang kesehatan biar bisa nyambungin alur diskusi (he…. he…..kayak kabel aja disambung-sambung) terkoneksi?……..Yup…tentu terkait dengan kesehatan sesuatu yang sangat menarik diperbincangkan.Interpretasi sehat bukan hanya secara fisik tapi meliputi lahir dan batin. Fisik harus bisa diberi asupan yang memenuhi standar gizi seimbang dengan mengacu pada pola hidup sehat, begitupun batin harus diberi “amunisi ruhani” yang optimal untuk menopang keseimbangan tubuh dalam menjaga stabilitasnya. Lanjutkan membaca

Mahasiswa BERBUDI Menuju Kebangkitan Bangsa

Mahasiswa BERBUDI?………ups, jangan berkomentar dulu yah sebelum baca lanjutannya. Membaca postingan kali ini terkesan biasa, bagi yang sinyal politiknya kuat, boleh jadi langsung dihubungkan dengan jargon salah satu kandidat di PILPRES 2009.

Ahahaa…. sah…sah, aja berspekulasi dan punya persepsi, silahkan….silahkan mumpung masih dijamin kebebasan mengeluarkan pendapat di Indonesia :-)

Udah rada telat 4 hari dari hari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei, gak apa-apa toh tanpa mau memudarkan nilai kebangkitan, yang terpenting diantara semua itu bukan hanya sebatas nilai peringatannya tetapi nilai nasionalisme harus  terus terpatri dalam diri anak bangsa jauh lebih substansi untuk mampu menggaungkan getarannya dengan seruan” Indonesia, di tanah ini kuingin menyemai semangat kebangsaan sebagai baktiku”. Lanjutkan membaca

Inspirasi tim kecil pada “pesta demokrasi”

Tahun 2009 “pesta demokrasi” Indonesia yang selalu memberi nuansa berbeda, yah namanya agenda pasti selalu dinantikan oleh rakyat dengan harapan ada lukisan baru dengan tinta-tinta perubahan tuk memberi arti bagi perjalanan negeri ini.

ketika “pesta demokrasi” tahun 2004 saya ikutan di kota Bandung maka pada tahun 2009 ini saya ikutan dikampung halaman di kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, tentu dengan nuansa yang berbeda, kalau 5 tahun yang lalu sebagai pemilih maka pada tahun 2009 sebagai pemilih dan “obyek yang dipilih”  hmm….dalam hal ini tentu membutuhkan kerja ekstra mengingat berbagai hal telah mewarnai ” pesta demokrasi”  tahun 2009, bukan hanya “pesta demokrasi” yang terpanjang masa kampanyenya sepanjang sejarah perpolitikan Indonesia, tetapi  partai politik kontestan pemilu yang terbanyak bahkan oleh sebagian masyarakat dirasakan cukup rumit, bagaimana tidak  kebijakan “pesta demokrasi” yang kerap berubah pada interval kampanye dan hari H bahkan di detik-detik menjelang hari H  terdapat banyak kekurangan, tidak sedikit membuat masyarakat masih bingung, tapi toh tanggal 9 tetap menjadi moment bersejarah bagi bangsa Indonesia sekaligus pertaruhan bagi arah perubahan negeri ini, semoga masyarakat bisa konsisten dalam memaknai bahwa perubahan ada ditangan kita, semoga pilihan-pilihan kita berangkat dari pemahaman yang komprehensif terhadap arah perjuangan partai yang kita usung  dan pengenalan yang juga tepat pada “obyek yang dipilih”  untuk melanjutkan amanah aspirasi rakyat.

Pada postingan kali ini saya sedikit  flash back ke belakang ketika 5 tahun lalu sempat terlibat pada prepare “pesta demokrasi” di Kota Bandung untuk  beberapa agenda salah satunya pada pelayanan kesehatan dan sosialisasi ke masyarakat, teringat oleh sebuah tim kecil yang sangat menginspirasi meski saya tidak sosialisasi secara optimal kepada mereka tetapi sahabat-sahabat  ini telah berkontribusi tuk kenalin  ke ibu kos dan rekan-rekan mereka tentang partai yang diusung,duuh senangnya ini mah membantu kampanye euy,  siapakah “tim kecil” itu? yang udah semangat 45 sosialisasikan angka “16″ pada tahun 2004 ? berikut personilnya: Lanjutkan membaca

Belajar Bahasa Jepang

chiba

Bahasa Jepang memiliki 3 jenis aksara:
1. Hiragana
2. Katakana
3. Kanji

Huruf hiragana dan katakana mewakili satu bunyi, sedang huruf kanji mewakili satu makna.

Hiragana dan katakana, keduanya merupakan aksara dasar, namun memiliki perbedaan penggunaan, yaitu :
Hiragana digunakan untuk menulis kosakata asli bahasa jepang, contohnya: Watashi, Anata, Shinsetsu dll.
Katakana digunakan untuk menulis kosakata serapan, nama orang asing(nama diluar Jepang) dan nama negara kecuali Cina dan Korea.
Contoh:Ahmad, Indonesia, Arab, Jerman, Milk dll

Bahasa Jepang = Nihongo
Berikut ungkapan, salam dalam bahasa Jepang

Ohayou gozaimasu = Selamat pagi

Konnichi wa = Selamat siang

Konban wa = Selamat malam

Oyasuminasai = Selamat tidur

Sayounara = Selamat berpisah, sampai bertemu lagi

Mata Ashita = Sampai besok

Arigatou gozaimasu = Terima kasih

Douitashimashite = Terima kasih kembali

douzo = Silahkan

Ohisashiburidesune = Lama tidak bertemu

Ogenkidesuka? = Apa kabar?

Genki desu = Baik

Sumimasen = Maaf, permisi

Gomennasai = Maaf

Omedetou gozaimasu = Selamat

Tanjoubi omedetou gozaimasu = Selamat ulang tahun

Ganbarimasu = Berusahalah( untuk memberi spirit)

Ungkapan-Ungkapan lain:

Itte kimasu (ungkapan saat pergi dari rumah)

Tadaima (ungkapan saat tiba di rumah )

Itadakimasu(ungkapan saat mulai makan dengan seseorang)

Kanpai (ungkapan saat memulai minum dengan seseorang)

Gochico sama deshita(ungkapan saat selesai makan dengan seseorang)

Memperkenalkan diri dalam Bahasa Jepang

Hajimemashite = Perkenalkan

Watashi wa Aisyah tomoshimasu = Saya Aisyah

Douzo yoroshiku onegaishimasu = senang berkenalan dengan anda.

Bagi orang Jepang setelah berkenalan dengan ungkapan di atas langsung diiringi dengan membungkukkan badan.

Watashi = Saya

Anata = Anda

Gakusei = Siswa

Sensei = Guru

Dalam bahasa Jepang ketika menyebut nama orang lain, dibelakang nama disisipkan dengan San.

Jika konteksnya seseorang sudah akrab dengan orang lain maka disisipkan Chan.

Contoh : Naoko San, Mayako Chan.

Untuk menyebut nama guru atau dokter dibelakan nama disisipkan sensei.

Contoh : Indah Sensei, Agus sensei

Lokomotif kepemimpinan

Ini naskah saya yang sempat terpilih sebagai juara harapan 1 kategori umum pada lomba karya tulis pemuda tingkat nasional dengan tema kepemimpinan pemuda oleh MENPORA didukung oleh FLP pada bulan oktober 2008.

pemandangan-pantai1

               PEMUDA “PEMIMPI” DAN PEMIMPIN “MUDA”

LOKOMOTIF KEPEMIMPINAN INDONESIA

 

Lukisan kalbu Kami

Telah kau goreskan sketsa-sketsa peradaban

Mungkin namamu tak semasyhur pengabdianmu

Namun “pengabdian” itu telah menjadi saksi

Bahwa……………

Jiwa, raga, semangat, pengorbanan

Dan begitu banyak kobaran terpatri dalam kesucian jejakmu

Kau alirkan bersama sungai nasionalisme yang tak pernah redup.

Kau bangun asa, asa dan asa

Entah! Berapa banyak asa kau tata

Berapa banyak konsep kau desain

Berapa banyak arsitek kau bangun

Untuk sebuah lanskap kokoh bernama Indonesia

Kini………………

Monumen sejarah terus kau teropong

Bersama potret kemarin, kini dan esok.

Perjuanganmu tak pernah henti , entah sampai kapan……

Merangkai sebuah kata “ untukmu pertiwiku”

(Sebuah goresan untuk pemuda Indonesia oleh penulis)

Resonansi petikan bait-bait yang disisipkan seorang negarawan sekharismatik Soekarno jelas terpatri kuat dalam jiwa setiap anak bangsa, kalau ada slogan “ bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya ” maka sudah sepatutnya perkataan, sikap dan tindakan pahlwan senantiasa menjadi rujukan bagi kaum muda dalam mengemban estafet perjuangan dari masa ke masa. Tatkala Soekarno dengan lantang menyerukan “ berikan Aku 10 pemuda akan kuubah dunia” .Seruan dahsyat yang mampu membangkitkan energi, menggugah jiwa untuk kemudian berkontemplasi bahwa begitu berartinya sosok pemuda, menjadi investasi yang tidak ternilai dalam mengusung cita-cita perjuangan.

Pemuda sebagai pelopor pertama dan utama, peranannya sangat strategis dalam pergerakan setiap perubahan, eksistensi mereka sangat diperhitungkan.sehingga perubahan sesuatu karena pemuda dan pemuda untuk mengubah sesuatu, begitu istimewanya pemuda ibarat ruh yang akan menghidupkan perjalanan panjang sebuah bangsa, melintasi zaman, gerak dan cita-cita perjuangannya.

Rekaman sejarahpun menjadi saksi bahwa pemuda sebagai lokomotif perubahan, ketika Indonesia menggagas semangat kebangkitan pada tahun 1908 kemudian memupuk jiwa nasionalisme kebangsaan pada tahun 1928 sebagai titik awal kemerdekaan, muncul tokoh-tokoh muda seperti Dr.Wahidin Sudirohusodo,Soetomo, Gunawan, Sugondo Joyopuspito, Muh.Yamin, Abu Hanafia, W.R Supratman, Sukarjo Wiryopranata, Kuncoro Purbopranoto,dan M.H Tamrin,yang berada digaris depan, pemuda-pemuda ini tentu memiliki mimpi-mimpi besar untuk memperjuangkan kemerdekaan, bahkan ketika kemerdekaan secara de facto dideklarasikan tidak terlepas dari skenario pemuda. Konteks kepemudaan selalu menjadi topik menarik untuk dibahas meskipun tidak menutup kemungkinan ada realita lain yang menggejala dibalik sosok seorang pemuda diluar tipikal pemuda pemimpi tersebut, terlepas dari fenomena itu dalam tulisan ini lebih dititik tekankan pada pemuda “pemimpi”, mimpi disini tentu bukan sembarang mimpi tetapi seorang yang memiliki orientasi terarah dan positif untuk perubahan kearah yang lebih baik, memiliki blue print (cetak biru) kehidupan yang matang dalam merencanakan kehidupannya. Baginya setiap waktu sangat berharga untuk merealisasikan mimpi-mimpinya. Sikapnya jelas terlihat melebihi kebiasaan dalam menentukan arah kemajuan.

Lanjutkan membaca

RENUNGAN 1430 HIJRIAH

 

aurora

Perubahan, itulah kata yang bisa dimaknai dalam jejak perjalanan ini. Pada tanggal 29 desember 2008 juga bertepatan dengan tahun baru Islam, menandai 1430 H , Rasulullah dan para sahabat melakukan misi suci dalam pergerakan dakwah Lanjutkan membaca