HEART INTELLIGENCE (KECERDASAN HATI)

Rekaman 3 Desember 2011…………….
Sabtu nan ceria sesaat setelah melaksanakan aktivitas pagi&dilanjutkan dengan beres-beres(^_^), saya kedatangan seorang ummi ke kos , atau lebih tepatnya ke tumpangan kos sementara karena yang punya kos My Brother he….he….he…., kedatangan beliau ingin menyampaikan hadiah milad untukku dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti training Heart intelligence (Kecerdasan hati), dengan tiket box perorang seharga seratus dua puluh lima ribu rupiah , jadi nih ceritanya saya digratiskan sebagai hadiah milad dari seorang ummi yang baik hati tersebut(^_^) Alhamdulillah, benar-benar surprise banget dan gak pernah nyangka Allah memberikan kesempatan kedua ini sebagai hadiah milad, setelah kali pertama dulu skenario Allah memberi kesempatan mengikuti training ini di Jakarta dalam rangkaian agenda KAPMEPI tingkat nasional angkatan II Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI tahun 2009 bersama teman-teman perwakilan dari 33 propinsi (Jumlah peserta yang ikutan training heart intelligence waktu itu sebanyak 66 personil, 1 putra dan 1 putri dari setiap propinsi……CMIIW…), tempat training Kali pertama di bumi perkemahan Cibubur Jakarta, difasilitasi oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga tahun 2009, saat pertama kali mengikuti belum sempat menggoreskan pengalaman yang sangat berharga tentang training kecerdasan hati itu karena ditahun 2009 agendaku sangat padat (ups……rupanya waktu itu sedang menyibukkan diri he…he…he) (^_^)
Hmm…..saat tahun 2011 ketika taqdir membawaku all out menjadi “musafir pembelajar” yang sedang mengumpulkan serak hikmah untuk merangkai “mimpi-mimpi” yang sedang dicita-citakan, dan subhanallah atas kemurahanNYA, mimpi itu setapak lagi akan tercapai Insya Allah setelah sekian lama menjadi “musafir” yang sedang fokus pada target2 yang sudah terpetakan menjejal harapan di rentang perjalanan “musafir pembelajar” itulah Allah memberi skenario kehidupan dengan mengulang beberapa moment, karena di tahun 2011 ini juga kembali diperkenankan menjalani pembelajaran ke Cibubur meski dalam agenda lain, dan tahun 2011 ini juga kembali diperkenankan untuk mengikuti training heart intelligence di Kota Pelajar langsung di kantor pusat training kecerdasan hati yang berlokasi di gedung SINERGY (Pusat Kecerdasan Hati)- HI center, training ini merupakan Open House training kecerdasan Hati angkatan ke 28, Alhamdulillah yaa Rabb atas semua limpahan Rahman dan RahimMU kepada hamba yang penuh kekurangan amal ini, terima kasih kepada seorang ummi yang baik hati yang sudah berkenan memberikan hadiah milad ini Allahlah sebaik-baik pembalas kebaikan yang terbaik(^_^)
Dan nikmat apa lagi yang kami dusatakan Yaa Rabb……..selalu saja Engkau beri hamba hadiah istimewa nan menakjubkan yang tidak pernah disangka di setiap jejak perjalanan kehidupan, Terima kasih ya Rabb….rasanya keluh lisan ini, tak sanggup terungkap dan terlukis semua limpahan anugerahMU kepada hamba.
Engkau telah memberi segalanya meski hamba masih kekurangan amal dan bertabur kekhilafan, satu yang selalu terangkai dalam setiap permohonan jadikanlah hamba sebagai orang yang senantiasa bersyukur, dan selalu menjadi orang yang istiqomah memperbaiki diri selalu……selalu…… dan selamanya…… di jalanMU. Continue reading

Selamat Tahun Baru Islam 1 MUHARAM 1433 H (^_^)

(LEMBAR EVALUASI…… WAKTU ADALAH NILAI KEBAIKAN)

Rotasi tersibak oleh episode baru
Di setiap garis Kutub Bumi
Kau……
Sangat Bernilai, bahkan teramat bernilai di pusaran inti gerak Nebula
Begitu istimewa di ruang semesta
Kau…….
Selalu menjadi nilai penghantar nilai
Melaju tanpa sekat dan batas
Menyapa bumi
Tanpa pernah kembali……..
Membalut jiwa-jiwa
Karena Kau……adalah…….Sesuatu………..
Yang akan menjadi neraca pengukur makna penghambaan kepada Rabb…….
(Coretan Mia Awal Muharam 1433 H) Continue reading

Birthday……..Reflection Of Me

Reflection…….
Today 2 November 2011 ….. to be exact 6 Zulhijjah 1432 H on islamic calender…..
Praise be to God……Praise be unto,….There is no God but Allah……..
I was happy as a king, Allah giving a life until now , and have alot of miracle in the life , Praise be to God.. …. Always be grateful to Allah^_^ while moment birthday of me coincide to finish up one of my project that planing since several month ago, altough the year around , still on a journey (Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya) what for I’m on a journey until now ( January until November 2011)? Continue reading

MEMAKNAI IKRAR SUMPAH PEMUDA DAN RUH PATRIOTISME KEBANGSAAN

ZARUMIAH AUMI………
Pemaknaan Ikrar Sumpah Pemuda dan Ruh Patriotisme.
“Bagi kami Indonesia menyatakan suatu tujuan politik yang melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan dan untuk mewujudkan tiap orang Indonesia akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya (Muhammad Hatta, 1928).
“Satu nusa, Satu bangsa, Satu Bahasa kita”, Ikrar sumpah pemuda yang telah digaungkan sejak tanggal 28 oktober 1928, tidak hanya dimaknai secara simbolisasi momentum, namun ia seperti gerak susur yang selalu merentas perjalanan sejarah bangsa dengan gema yang terpatri kokoh dan senantiasa menumbuhkan jiwa patriotisme dan rasa memiliki Indonesia. Dalam butir-butir sumpah pemuda tidak hanya sekedar memuat ikhtisar sebuah pengakuan keIndonesiaan yang terangkum dalam “Satu nusa, Satu bangsa, Satu Bahasa namun lebih dari itu hendaknya rangkuman ini harus dimaknai secara paripurna dan penuh dedikasi akan amanah yang bersender di pundak setiap komponen bangsa yang mengatas namakan putera dan puteri Indonesia untuk selalu bekerja keras dan senantiasa memegang teguh nasionalisme.
Nasionalisme seharusnya selalu tercipta dan tidak akan pernah luntur jika seluruh lapisan masyarakat dan komponen bangsa dalam negara kesatuan Indonesia ini sangat memahami eksistensi keagamaan, keberagaman, kebangsaan. Keagamaan menjadi ruh yang dapat membimbing dan mengarahkan setiap orang menjadi pribadi yang mencintai negara sebagai implementasi dari pemahaman dan tanggung jawab pada keyakinan keagamaannya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.
Keberagaman diharapkan menjadi entitas yang dapat merekatkan berbagai corak perbedaan dan dinamika kompleksitas, sebuah mata rantai yang selalu memandang bahwa sekat-sekat wilayah, suku, budaya, bahasa dan lainnya, merupakan pernak-pernik keberagaman yang selalu di ikat oleh penyatuan sebagaimana yang terangkum dalam ikrar sumpah pemuda untuk selalu mengokohkan nasionalisme, kalau Gellner telah mengisyaratkan bahwa “nasionalisme berfungsi sebagai “penanda” akan lahirnya budaya yang kompleks” , yang mana keberagaman ini tidak pernah terlepas dari konteks sosial, jika meminjam konsep ontologi sosial bahwa “menolak “yang lain” sesungguhnya merupakan kekeliruan, Sebab yang lain tidak pernah hadir secara absolut sebagai “yang lain” , namun berperan dalam keberadaan “Aku” tanpa “yang lain” maka “aku” juga tidak ada” (F.K. Sitorus,2004).
Penyatuan dari setiap perbedaan itulah yang dalam proses perjalanan kehidupan berbangsa kerap memunculkan intrik-intrik ujian untuk mengukuhkan sikap ksatria dalam menggenggam prinsip nasionalisme tersebut. Seberapa besar ujian itu selalu menjadi remainder pemaknaan untuk memperkokoh ruh patriotisme yang mengalir dalam sikap nasionalisme, contoh yang paling konkrit bisa dicermati ketika Indonesia dihadapkan pada wacana dan isu pergolakan yang ditandai dengan intrik sebuah wacana pemisahan diri dari wilayah kesatuan Indonesia seperti dalam Papua bergolak, RMS, Aceh Merdeka atau intrik-intrik internal lainnya yang menyisakan banyak catatan agar bangsa ini kembali menilik dan memaknai makna sumpah pemuda yang telah dicetuskan dengan nilai patriotisme para pejuang bangsa.
Ranah ketahanan nasionalpun tidak jarang diterpa dengan isu wilayah teritorial yang berkaitan dengan laut, darat, udara yang mana isu sentralnya membidik kawasan perbatasan teritorial tersebut menjadi sasaran empuk yang di klaim milik sebuah negara tertentu, oleh karena itu sikap merasa memiliki Indonesia akan menjadi kata kunci untuk terus mempertahankan dan menyikapi secara bijak setiap isu yang berkembang dan berpotensi menggoyahkan nasionalisme tersebut tentu dengan jalan lebih mengukuhkan ruh patriotisme dan kebangsaan untuk senantiasa mempertahankan Indonesia.
Lantas seperti apakah kita memaknai ikrar yang telah dicetuskan itu? Jawaban yang sangat sederhana namum membutuhkan perenungan dan perjuangan secara menyeluruh bagi setiap komponen bangsa yaitu bahwa kita tidak pernah berhenti untuk berproses dan belajar bersama sesuai kapabilitas yang dimiliki demi darma bakti pada Indonesia, berpikir arif dan bijak untuk menyikapi setiap kondisi bangsa serta terus menata diri dalam kebaikan agar dapat selalu berkontribusi bagi kemanfaatan bangsa mulai dari lingkup terkecil sampai institusi terluas yang bernama negara. Continue reading

PILGRIMAGE

PILGRIMAGE
Pilgrimage is 5th islamic of essential principle.
12th month of Arabic calender called Zulhijah in Arabic and bulan haji in Indonesia.
The current month i have wish entrusted to pray for me to who has made the pilgrimage to mecca.
But Who?…………I don’ knows…..
I always hope against hope that nowadays I’ll entrusted to who has made the pilgrimage to mecca that pray for me in mecca, and must believe that true, although i don’t knows who are pray for me……..
Praise be unto…..
Anexpectedly……..
One of my friends send me short message for apologies cos he and his wife will go to mecca…..
Realy……Thanks God be grateful ………and Iam very happy heard it
Then…. I short message answered… ”May accepted by Allah of pilgrimage……and i hope you pray for me in there, please ………please pray for me….don’t forget…….Thanks before”^_^
My friends : ok, sure….. God willing to make a promise to pray for you in there.
Me : Thanks alot God bless you, and best regard to your wife..
My Friends : Amen….may God bless us,Thanks.
Someday , will go to mecca……..now I must saving for prepare i’ll pilgrimage to mecca he… he …..he…….(Hopeful mode on) Continue reading

URGENSI MUSLIM CINTA BAHASA ARAB

“Pelajarilah Bahasa Arab karena Bahasa Arab satu bagian dari agamamu”
(Umar Bin Khatab)

Dari kisah inilah berawal, dan tuntutan “jalan panjang perjuangan” hingga ku tergugah tuk terus berproses dalam kesungguhan……MAN JADDA WA JADA……….
Suatu ketika dibuat tertegun oleh pertanyaan orang-orang yang baru mengenalku, pertanyaannya sederhana, ngajar Bahasa Arab ya?dengan senyam-senyum sayapun menjawab gaktidak sekali pertanyaan itu mampir di indra pendengaran dari penanya dan tempat berbeda tentunya pertanyaan itu muncul lagi, bahkan intensitas frekuensinya cukup sering, dan lagi-lagi jawabannya gak^_^bahkan ada yang mendaulat saya dari pesantren dan pasti mahir berbahasa Arab, eng ing eng (make kaca mata apa ya ngliatnya)he….he….he^_^dan tidak sedikit juga ada yang mengira ngajar di pesantren^_^ups…????//## yah kalau udah kayak gini kejadiannya harus lebih banyak muhasabah diri nih karena ilmu agama saya masih zero……zero…..dan zero……masih kudu banyak belajar, ups penampakan dari mana yah sampai ada yang mendaulat seperti ini, entahlah jadi tidak habis pikir, maka penjelasanpun harus diurai bahwa saya bukan dari pesantren dan sama sekali ga bisa Bahasa Arab, herannya kok para penanya tetap yakin saya bisa Bahasa Arab, itu yang kadang-kadang membuatku terheran-heran…….. (mudah-mudahan kejadian di atas menjadi bagian dari doa insya Allah suatu saat bisa mahir Bahasa Arab, Amiin).
Di kondisi lain saat mengisi aplikasi yang ada list BAHASA YANG DIKUASAI, sembari tercenung, berpikir dan memastikan bahwa Bahasa yang dikuasai keknya belum bergeser dari 4 bahasa, kesemuanya Bahasa Daerah (he he he lebay mode on^_^), eit baru nyadar kalau bahasa daerah ga masuk dalam nominasi list tersebut, secara so pasti dong setiap orang bisa bahasa daerahnya, jadilah di list bahasa yang dikuasai belum pernah tertulis dengan Bahasa Arab, Lalu kemudian saat berhadapan dengan referensi bacaan kitab-kitab ulama Timur Tengah yang bertabur Bahasa Arab sayapun kadang terserang “sindrom gagap istilah”, melihat kamus sepertinya bisa menjadi salah satu alternatif, tapi berhubung belum punya kamus Bahasa Arab @My Private Library maka langkah pertama yang ditempuh harus menghunting kamus yang berstandar di perpustakaan umum he…he….he ……maka dimulailah hunting kamus yang distandarisasi setelah acara nanya sana sini, dari temannya teman punya teman nah loh^_^ribetkan……jadi intinya narasumbernya berantai, orang pertama yang jadi narasumber utama terang aja ga dikenal, salah satu efek ga punya teman dari sastra Arab saat itu proses nanyanya harus melalui jalur yang panjaaaaaang^_^ nih baru tahap nyari kamus yang distandarisasi,kenapa harus ini? Karena menurutku lebih yakin tuk hafalin kosakatanya selain itu efektif artinya kalau di kamus standar sudah ada fleksibilitas penerjemahan jadi sangat memudahkan untuk berlatih dengan beberapa konteks kalimat gitu critanya, ini subyektif lho masing-masing orang punya persepsi yang berbeda.
Kamus Bahasa Arab yang standar rujukannya ke Kamus Munjid yang tebal banget, melebihi tebalnya Alquran Miracle The Reference, kamus tersebut standarisasinya seperti kamus Hassan Shadily untuk English dan kamus Kenji Matsura untuk Japanese, pokoknya kamus-kamus ini yang standar bagi para pembelajar bahasa, saat melihat kamus bahasa Arab yang distandarisasi itu belum terkoneksi tentang perubahan-perubahan kata kerjanya alih-alih membantu justru semakin memperkuat keyakinan bahwa bahasa Arab tetap aja masih masuk dalam daftar bahasa asing yang masih sulit dipahami perubahannya^_^ Continue reading

MY BELOVED FATHER IN MEMORIAM

私の村…..バウバウで(都南スラウェシにあります)
こいんよのごとし(日本語の諺)=Waktu berjalan secepat kilat
二千五年、九月、六日 から二千十一年、九月、六日まで。。。。。。。。。
今日はも六年かん、私の父がなくなりました。
初めて、七かん日間病院の診察室質で入院、医者と看護婦たちも知慮しました、
でも、火曜日、二千五年、九月、六日、父がなくなりました、みんなの家族 が
びっくりします、とても悲しみ、。その時私と弟たち、とても悲しみ、ちちが可愛がるから涙を流しました、やっと、覚えたばかり、父が私たちに神様から預けることをあげました。
ある日は準備しないそうですが神様が可愛がります、今もなくなりました、
父は一番親切な人、一般的な、人々によると彼は良く人と言いました。
ちち、心からいつも愛してる、父のメシジガ覚える、未来私たち一生懸命勉強しています。この生活の中でいつも父ためにお祈りしなければなりません、毎日父ために、神様がめぐみをあげてい幸せに望んでいます。
父。。。。。。。。。とても可愛がります。この書くこと父が思い出す。。。。
(Selasa 6 September 2005 – Selasa 6 September 2011)
Dalam renungan Jalan Cinta di titik 6 tahun kepergianmu menghadapNYA , dengan sebaik-baik kepulangan dalam khusnul Khatimah Insya Allah…………………………
Ayah tercinta……..Meski kau telah tiada, selalu ada aliran mata air kedamaian hingga kelapangan terbentang, semoga selalu terbalut Rahmat hingga di tapal batas menuai sinaran nan bertahta cahaya di atas cahaya sebagai wujud rajutan pengabdian dan bakti untukmu,dan asa itu selalu merentas bersama cita spesial tuk persembahan terspesial dalam rangkuman Birrul Walidain yang tak pernah bertepi…… Semoga Allah memuliakanmu di alam sana dalam JannahNYA nan abadi………………………..
“Rabbir Hamhumaa kamaa rabbayaanii Shoghiraa”(Ya Tuhanku Sayangilah keduanya sebagaimana (keduanya)mendidikku (pada) waktu kecil)….(QS.17:24).

ISTANA BOGOR SIMBOL SEORANG NEGARAWAN?

Penggalan Perjalanan ke Istana Bogor tanggal 15 Juni 2011……………..
“ Dan setiap saksi sejarah menjadi simbol keabadian dari jejak historis penggeraknya”
Pagi nan ceria menyapa Kota Depok saat lagi berkutat deadline target yang harus dirampungkan yah mengingat beberapa daftar target bulan Juni/Juli insya Allah harus diselesaikan dan tentu arahannya pada 3 target besar saya dan satu “proyek” yang sedang digarap membutuhkan energi ekstra, sudah pasti selalu bersinggungan dengan manajemen waktu, pagi itu seorang sahabat di Bogor mengontek tuk ke Istana Bogor hari itu, hmm……..sayapun berpikir dan sempat mengajukan beberapa alternatif waktu , namun nampaknya semua alternatif waktu bentrok ama agenda lain yang mengharuskan sahabat tersebut wajib hadir , hari yang bisa klop hanya hari itu, akhirnya berpikir kembali setelah menimbang , memutuskan (he he nih kayak petikan-petikan SK aja ya^_^)saya sangat mengapresiasi niat baik sahabat tersebut, dan ingin bersilaturahim juga dengannya, tertanam keyakinan bahwa “Jika niatan kita baik maka pasti Allah memberikan solusi dan kemudahan atas apa yang kita pikirkan itu” yakinlah Allah lebih tahu tentang batasan-batasan kemampuan kita maka biarlah Allah yang mengatur setiap solusi atas kehendakNYA sederhana sekali bukan?” Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi atas semua hambaNYA” (QS.Al-An’am:61).
keputusanpun saya ambil dengan berpikir moga Allah mudahkan memberi waktu sebagai pengganti atas keputusan diluar planing hari itu:-) Continue reading

TELADAN SANG PEREMPUAN PILIHAN

(Sebuah inspirasi  Qurani  dari cuplikan hidup seorang  politisi perempuan  Ustazah Yoyoh Yusroh)

Pagi hari tanggal 21 mei 2011………….

Pagi yang ceria kala  itu saya sedang mempersiapkan agenda pagi, sejam sebelum agenda  pagi itu ada beberapa point yang harus direview  ,tiba-tiba prepare agenda dikejutkan oleh sebuah sms dari seorang sahabat  dari Jakarta  tentang berita kematian seorang ustazah yang bernama Ustazah  Yoyoh Yusroh, Innalillahi Wa Inna ilaihi Rajiun dalam keterkejutan sayapun tertegun, belum sempat menekan tuts-tuts HP tuk mengkonfirmasi ke teman-teman di Kota Depok yang dalam 5 bulan terakhir menjadi “tempat perjalanan sementara” saya,  menyusul sms berikutnya masuk dari seorang sahabat lain yang masih dari Jakarta dan beruntun sms informasi masuk dari berbagai sumber memenuhi  layar HP saya pagi itu.

Dengan langkah gontai dan diliputi kesedihan sayapun  berangkat ke tempat agenda pagi itu yang memakan waktu kurang lebih sejam sesampainya di sana , agenda kami rencananya akan dipersingkat  musyawarahpun dicapai dengan kesepakatan bersama akan berta’ziah  ke rumah ustazah, sembari fokus pada agenda yang berlangsung selama sejam lebih itu seorang sahabat pun mengikuti agenda dan tidak lepas dari layar monitor untuk memantau kondisi dilapangan agar memastikan setiap perkembangan kondisi keberadaan jenazah yang di bawah dari Cirebon ke Jakarta, dan persiapan prosesi pemakaman, akhirnya setelah memplot waktu ta’ziah yang disinkronkan dengan  kondisi lapangan maka diputuskan waktu star menuju rumah duka jam 10 pagi……………

Avanza milik seorang sahabatpun membawa kami dari  Depok menuju  Kalibata Jakarta menyusuri  jalur-jalur macet  di seputar lenteng Agung,  Pasar Minggu, Kalibata, kemudian berbelok di  Jalan Duren Tiga Timur, kurang lebih hampir dua jam  mobil yang kami tumpangi telah memasuki kawasan Kalibata tepatnya di Kompleks  Rumah Jabatan DPR  RI  Kalibata  Jakarta, ditandai dengan waktu zuhur  sayup-sayup suara azan dari masjid-masjid diluar kompleks tersebut telah terdengar.  Saat langkah kaki telah memasuki  Kompleks rumah jabatan teman-teman kepanduan PKS telah bersiaga, para pelayat penuh sesak kami berencana menuju rumah duka tuk menemui keluarga ternyata jenazah  sudah disemayamkan di masjid  maka kamipun bergegas menuju masjid kompleks Rumah Jabatan tersebut  yang saat  itu telah selesai dilaksanakan sholat jenazah, padatnya para pelayat membuat sholat jenazah harus dilakukan 2 shif, para pelayat yang tampak saat itu ada dari kalangan DPR, ada beberapa tokoh nasional Indonesia, beberapa artis dan praktisi media dan juga masyarakat umum, serta sebagian keluarga besar PKS dari wilayah JABODETABEK  yang sempat ta’ziah telah penuh sesak, yah …benar adanya untuk mengetahui standar kebaikan manusia dapat dilihat dari kondisi diakhir hayat mereka, saat itu Allah menampakkannya, Subhanallah…. kamipun mengambil bagian diantara shaf-shaf itu, ada rasa haru, sedih tetapi tatkala berada di bangunan masjid itu ada desir-desir kesejukan yang  menghembus direlung hati saya entahlah rasa  itu tidak mampu saya deskripsikan dengan apapun, desir kesejukkan itu mengingatkan saya pada cerita-cerita yg saya rekam saat ada yang kembali dari tanah suci tentang desir-desir kesejukan yang ada dihati mereka kala menginjakkan kaki di tanah para anbiyah yang telah dijamin oleh Allah akan kesuciannya, tiba-tiba saya teringat para mujahidin di Gaza palestina yang telah mewakafkan diri mereka untuk memperjuangkan tanah para anbiyah itu,…..menyadarkan saya bahwa desir kesejukan itu berhembus oleh aura di sekeliling bangunan masjid, karena di masjid itu sedang disemayamkan seorang ustazah yang juga telah mewakafkan diri untuk perjuangan dakwah, Insya Allah semoga saat itu hembusan kesejukan kepak-kepak sayap malaikat yang dengan suka cita menyambut ruh suci sang mujahidah kembali ke RabbNYA.

Dalam simpuh kami terharu dan luruh  menyimak taushiah ustad Hilmi Aminudin yang mewakili keluarga besar almarhumah  dalam setiap petikan-petikan taushiah itu sangat menyentuh,  Almarhumah yang telah bergabung dalam barisan dakwah sejak tahun  1980an, pemahaman akan Atthoah  wa  thadhiah telah diaplikasikan dalam perjalanan perjuangannya, hidup beliau telah diwakafkan untuk dakwah, subhanallah……………Hari itu bukan hanya keluarga besar PKS yang berduka tapi duniapun turut berduka  termasuk dari bumi para syuhada di Gaza Palestina,dan dibeberapa belahan dunia Islam turut berbela sungkawa.  Aura haru, isak tangis  di dalam masjid semakin mempertegas  sosok kepribadian ustazah yang luar biasa teramat baik, berdedikasi, sosok pejuang sejati, perempuan pilihan yang telah dikirimkan Allah bagi lelaki pilihan penopang perjuangan umat. Beliau telah  mampu memerankan diri  sebagai “arsitek peradaban “ sebagai Ibu, istri, anak, politisi yang dikenal  baik dalam lingkup nasional maupun internasional, tokoh perempuan Indonesia, seorang daiyah dengan terhimpun banyak amanah dipundaknya, namun ditengah kesibukan yang sangat padat sebagai publik figure beliau juga seorang hafizhoh (penghafal qur’an) Subhanallah………… warna kehidupan beliau pun tidak lepas dari Alquran, ditengah kesibukan yang sangat padat itu masih tetap menjaga prinsip-prinsip penghambaan kepada Sang Pemilik Jiwa dengan tilawah Quran 3 juz  perhari. Komitmen itulah yang selalu menjadi ruh  setiap gerak juangnya formulasi manajemen waktu yang sangat tertata apik dan manajemen yang sangat disiplin .Alquranlah yang menjadi cahaya dan mu’jizat luar biasa dalam kehidupan penuh berkah itu.

Continue reading

Hina Matsuri Dalam Budaya Jepang

Moment hari Jumat 1 April 2011……

Selama beberapa bulan terakhir nampak jelas hari  Jumat, hari  yang saya jadwal untuk dapat diisi dan digunakan dengan  beberapa kegiatan yang bermanfaat  diluar kesibukan saya yang pokok dalam setiap minggunya yang bisa dikatakan cukup padat, dan hari Jumat satu-satunya hari  dalam seminggu yang cukup longgar dari jadwal yang harus dimanajemen dengan baik, harus diingat dalam kehidupan waktu tidak akan pernah kembali untuk yang kedua kali, waktu hanya bisa berulang, dan kalaupun berulang  jika tidak dimanfaatkan maka waktu hanya menyisakan bongkahan-bongkahan penyesalan karena kelalaian manusia yang tidak bergegas memanfaatkan setiap moment dari detik-detik perjalanan kehidupannya. Semoga setiap kegiatan mengoptimalisasi waktu selalu diberi keberkahan dalam menjalaninya begitupun disaat awal-awal memprogramnya.

Hari  Jumat  pada tanggal 1 April itu saya ada janji @ジャパンフォウンダチオンジャカルタbersama sensei saya かよあきやませんせい、先生そのときほんとにすみませんおそくなって、おまたせいたします。。。。。。。。。おせわさまでしたJDisela-sela pertemuan itu saya sempat menyaksikan pameran boneka tradisional Jepang yang saya rangkum catatannya  dari  Japan Foundation Jakarta   sebagai berikut : Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.