“Pelajarilah Bahasa Arab karena Bahasa Arab satu bagian dari agamamu”
(Umar Bin Khatab)
Dari kisah inilah berawal, dan tuntutan “jalan panjang perjuangan” hingga ku tergugah tuk terus berproses dalam kesungguhan……MAN JADDA WA JADA……….
Suatu ketika dibuat tertegun oleh pertanyaan orang-orang yang baru mengenalku, pertanyaannya sederhana, ngajar Bahasa Arab ya?dengan senyam-senyum sayapun menjawab gaktidak sekali pertanyaan itu mampir di indra pendengaran dari penanya dan tempat berbeda tentunya pertanyaan itu muncul lagi, bahkan intensitas frekuensinya cukup sering, dan lagi-lagi jawabannya gak^_^bahkan ada yang mendaulat saya dari pesantren dan pasti mahir berbahasa Arab, eng ing eng (make kaca mata apa ya ngliatnya)he….he….he^_^dan tidak sedikit juga ada yang mengira ngajar di pesantren^_^ups…????//## yah kalau udah kayak gini kejadiannya harus lebih banyak muhasabah diri nih karena ilmu agama saya masih zero……zero…..dan zero……masih kudu banyak belajar, ups penampakan dari mana yah sampai ada yang mendaulat seperti ini, entahlah jadi tidak habis pikir, maka penjelasanpun harus diurai bahwa saya bukan dari pesantren dan sama sekali ga bisa Bahasa Arab, herannya kok para penanya tetap yakin saya bisa Bahasa Arab, itu yang kadang-kadang membuatku terheran-heran…….. (mudah-mudahan kejadian di atas menjadi bagian dari doa insya Allah suatu saat bisa mahir Bahasa Arab, Amiin).
Di kondisi lain saat mengisi aplikasi yang ada list BAHASA YANG DIKUASAI, sembari tercenung, berpikir dan memastikan bahwa Bahasa yang dikuasai keknya belum bergeser dari 4 bahasa, kesemuanya Bahasa Daerah (he he he lebay mode on^_^), eit baru nyadar kalau bahasa daerah ga masuk dalam nominasi list tersebut, secara so pasti dong setiap orang bisa bahasa daerahnya, jadilah di list bahasa yang dikuasai belum pernah tertulis dengan Bahasa Arab, Lalu kemudian saat berhadapan dengan referensi bacaan kitab-kitab ulama Timur Tengah yang bertabur Bahasa Arab sayapun kadang terserang “sindrom gagap istilah”, melihat kamus sepertinya bisa menjadi salah satu alternatif, tapi berhubung belum punya kamus Bahasa Arab @My Private Library maka langkah pertama yang ditempuh harus menghunting kamus yang berstandar di perpustakaan umum he…he….he ……maka dimulailah hunting kamus yang distandarisasi setelah acara nanya sana sini, dari temannya teman punya teman nah loh^_^ribetkan……jadi intinya narasumbernya berantai, orang pertama yang jadi narasumber utama terang aja ga dikenal, salah satu efek ga punya teman dari sastra Arab saat itu proses nanyanya harus melalui jalur yang panjaaaaaang^_^ nih baru tahap nyari kamus yang distandarisasi,kenapa harus ini? Karena menurutku lebih yakin tuk hafalin kosakatanya selain itu efektif artinya kalau di kamus standar sudah ada fleksibilitas penerjemahan jadi sangat memudahkan untuk berlatih dengan beberapa konteks kalimat gitu critanya, ini subyektif lho masing-masing orang punya persepsi yang berbeda.
Kamus Bahasa Arab yang standar rujukannya ke Kamus Munjid yang tebal banget, melebihi tebalnya Alquran Miracle The Reference, kamus tersebut standarisasinya seperti kamus Hassan Shadily untuk English dan kamus Kenji Matsura untuk Japanese, pokoknya kamus-kamus ini yang standar bagi para pembelajar bahasa, saat melihat kamus bahasa Arab yang distandarisasi itu belum terkoneksi tentang perubahan-perubahan kata kerjanya alih-alih membantu justru semakin memperkuat keyakinan bahwa bahasa Arab tetap aja masih masuk dalam daftar bahasa asing yang masih sulit dipahami perubahannya^_^
Tetapi……………………………………………………………………………………………….
Seiring berjalannya waktu menyampaikan pada sebuah titik kebutuhan untuk belajar setelah mendapatkan pencerahan ilmu dari ulasan Umar Bin Khatab dan juga kata-kata Ibnu Thaimiyah(soale baru nemu kedua landasan tersebut…….Ya Allah ampuni hamba selama ini belum menemukan referensi ilmunya) ditambah peristiwa-peristiwa di atas membuat jadi tergugah untuk semakin memperkuat komitmen belajar, mengingat sebuah kewajiban dan juga tuntutan “profesi wajib” yang digeluti yaitu “Profesi Paten yang paling utama dari semua profesi di dunia ini” tapi tidak berarti harus meninggalkan yang lain lho ya….Japanese selalu di hati, ingin semuanya berkolaborasi dalam iklim pembelajaran yang saling beriringan^_^ (jadi bahasa ringkasnya ingin menjadi pembelajar Agama yang komitmen dan pembelajar Jepang yang juga disiplin menjaga integritas keilmuan itu, karena kita akan selalu menjadi pembelajar sepanjang hayat dimanapun dan kapanpun itu……….jadi jangan pernah membatasi diri bukankah salah satu wujud syukur kita salah satunya terus berjuang dan berproses menambah skill pada diri, termasuk skill disini bukan hanya skill keilmuan tapi yang tidak boleh dilupakan adalah menambah skill-skiil khusus keakhwatan juga, karena akhwat akan menjadi mata air pembelajar dirumahnya yang mana dari rumah-rumah pembelajar itu diharapkan akan menebar kemanfaatan bagi banyak orang dan umat insya Allah. Semoga komitmen belajar itu selalu ada dalam jenak untuk terus berproses tanpa henti untuk terus belajar karena kita sesuangguhnya sedang memformulasi diri menjadi pembelajar sejati.
Sebuah komitmen insya Allah telah mengharuskan untuk terus bertumbuh agar selalu bersentuhan dengan Bahasa Arab, maka jadilah Bahasa ini menambah daftar schedule untuk dipelajari dan dikuasai, meski dalam proses pembelajaran lebih banyak mengandalkan otodidak ditengah aktivitas berbagai schedule yang berlaku dalam manajemen waktu keseharian, pun tetap yakin bahwa segala sesuatu dari proses dan kesungguhan menjalaninya secara terus menerus, maka jalan-jalan kemudahan itu akan terbentang, Alhamdulillah semoga diberi kemudahan dalam memahami ilmuNYA, untuk melukis cita tertinggi di jalanNYA.
Nah terkait dengan itu belajar bahasa Arab sangat penting bagi setiap muslim, jadi ayo tanamkan terus motivasi diri untuk bisa…..karena otak bawah sadar kita senantiasa menstimulus mimpi-mimpi yang akan kita goreskan dalam kehidupan ini. Ada beberapa point penting mengapa kita sebagai muslim harus cinta bahasa Arab ini saya dapatkan saat tholabul ‘ilmi di kampoeng Quran , menurut ustad Tulus Mustafa,Lc bahwa kenapa seorang muslim harus cinta Bahasa Arab, Karena Rasulullah mencintai Bahasa Arab , salah satu konsekuensi Syahadat kita mencintai Rasul dan mencintai apa yang dicintai Rasul , beliau mencintai Bahasa Arab karena:
1. Rasul Orang Arab
2. Alquran diturunkan dengan Bahasa Arab
3. Bahasa Arab, Bahasa penduduk Syurga (Subhanallah^_^…….)
Kata Ibnu Taimiyah:
“Belajar Bahasa Arab itu wajib dan fardu”
Penting dipahami bahwa kaidah pembelajaran bahasa yaitu :
• “Dengarkan maka kau akan bicara”
• “Membacalah maka kau akan bisa menulis”
Pendengaran menjadi stimulus awal saat belajar, bisa kita cermati seorang anak yang baru lahir belum bisa melihat dan memahami tapi sudah mendengarkan makanya dalam islam disunahkan seorang bayi yang baru lahir untuk diazankan, karena pendengaran yang direkam oleh anak kecil itu tersimpan kuat di memori. Alangkah baiknya seorang anak bahkan sejak di alam kandungan sudah diperdengarkan Alquran dan hal-hal yang baik karena pendengaran itu sudah dapat merekam, ketika Alquran sering diperdengarkan sejak dini maka ketika dewasa insya Allah rekaman itu melekat di memori yang dapat memudahkan menghafal Alquran.
Tujuan akhir belajar Bahasa Arab yang paling esensi agar lebih mudah memahami Alquran, kemudahan pemahaman pada Alquran sangat ditopang oleh penguasaan pada Bahasa Arab.
Jadi saatnya kita mencintai Bahasa Arab jika bersungguh-sungguh Allah memudahkan jalan-jalan menujuNYA, semoga bermanfaat dan jadi penyemangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan mencari ilmu…….Amiin…..Amiin ……Amiin Yaa Rabb^_^ Semangat…………
アラビア語できるだけ。。。。。一所懸命勉強するよ。。。。。。頑張ってください。。。二千十一年、九月十五日。。。魂。。。魂。。。。魂。。。。。。
お祈りしなければなりません
Spirit of Mia@Alquran Camp August 2011………..


Assala:mu’alaikum…
Ki:f ha:luki ya: uxt ? Salam kenal, saya Annyeong Grammarian. Uxti mau coba belajar bahasa Arab, ya? Kalau begitu, kita belajar bersama-sama. Tafadhdhali: an tazu:ri: blog Annyeong Grammarian.
Mou Ja… Assala:mu’alaikum…
Wa’alaikum salam WR. WB Anny (^_^) Alhamdulillah ana bi khair, na’am Insya Allah ^_^…….salam kenal juga, blog Anny apa? (^_^)………
Assala:mu’alaikum….
Blog ana Annyeong Grammarian di isyatova.blogspot.com
Tafadhdhali: litanzhuri: ya: uxti: wa’asa:hu an yusa:’idaki fi: ta’allamina l-’arabiyya.
Syukran wa ma’assala:ma… (^_^)”)…..
Wa’alaikum salam WR.WB……Jazakillah Khairan Ukhti(^_^), Ana udah berkunjung dan mengkopi beberapa materi bahasa Arabnya^_^, doain moga Allah memudahkan untuk memahami ilmuNYA…..sukses selalu ya Ukhti (^_^)