Rekaman 3 Desember 2011…………….
Sabtu nan ceria sesaat setelah melaksanakan aktivitas pagi&dilanjutkan dengan beres-beres(^_^), saya kedatangan seorang ummi ke kos , atau lebih tepatnya ke tumpangan kos sementara karena yang punya kos My Brother he….he….he…., kedatangan beliau ingin menyampaikan hadiah milad untukku dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti training Heart intelligence (Kecerdasan hati), dengan tiket box perorang seharga seratus dua puluh lima ribu rupiah , jadi nih ceritanya saya digratiskan sebagai hadiah milad dari seorang ummi yang baik hati tersebut(^_^) Alhamdulillah, benar-benar surprise banget dan gak pernah nyangka Allah memberikan kesempatan kedua ini sebagai hadiah milad, setelah kali pertama dulu skenario Allah memberi kesempatan mengikuti training ini di Jakarta dalam rangkaian agenda KAPMEPI tingkat nasional angkatan II Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI tahun 2009 bersama teman-teman perwakilan dari 33 propinsi (Jumlah peserta yang ikutan training heart intelligence waktu itu sebanyak 66 personil, 1 putra dan 1 putri dari setiap propinsi……CMIIW…), tempat training Kali pertama di bumi perkemahan Cibubur Jakarta, difasilitasi oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga tahun 2009, saat pertama kali mengikuti belum sempat menggoreskan pengalaman yang sangat berharga tentang training kecerdasan hati itu karena ditahun 2009 agendaku sangat padat (ups……rupanya waktu itu sedang menyibukkan diri he…he…he) (^_^)
Hmm…..saat tahun 2011 ketika taqdir membawaku all out menjadi “musafir pembelajar” yang sedang mengumpulkan serak hikmah untuk merangkai “mimpi-mimpi” yang sedang dicita-citakan, dan subhanallah atas kemurahanNYA, mimpi itu setapak lagi akan tercapai Insya Allah setelah sekian lama menjadi “musafir” yang sedang fokus pada target2 yang sudah terpetakan menjejal harapan di rentang perjalanan “musafir pembelajar” itulah Allah memberi skenario kehidupan dengan mengulang beberapa moment, karena di tahun 2011 ini juga kembali diperkenankan menjalani pembelajaran ke Cibubur meski dalam agenda lain, dan tahun 2011 ini juga kembali diperkenankan untuk mengikuti training heart intelligence di Kota Pelajar langsung di kantor pusat training kecerdasan hati yang berlokasi di gedung SINERGY (Pusat Kecerdasan Hati)- HI center, training ini merupakan Open House training kecerdasan Hati angkatan ke 28, Alhamdulillah yaa Rabb atas semua limpahan Rahman dan RahimMU kepada hamba yang penuh kekurangan amal ini, terima kasih kepada seorang ummi yang baik hati yang sudah berkenan memberikan hadiah milad ini Allahlah sebaik-baik pembalas kebaikan yang terbaik(^_^)
Dan nikmat apa lagi yang kami dusatakan Yaa Rabb……..selalu saja Engkau beri hamba hadiah istimewa nan menakjubkan yang tidak pernah disangka di setiap jejak perjalanan kehidupan, Terima kasih ya Rabb….rasanya keluh lisan ini, tak sanggup terungkap dan terlukis semua limpahan anugerahMU kepada hamba.
Engkau telah memberi segalanya meski hamba masih kekurangan amal dan bertabur kekhilafan, satu yang selalu terangkai dalam setiap permohonan jadikanlah hamba sebagai orang yang senantiasa bersyukur, dan selalu menjadi orang yang istiqomah memperbaiki diri selalu……selalu…… dan selamanya…… di jalanMU.
Baiklah sedikit rangkuman yang akan digoreskan tentang Heart Intelligence (Kecerdasan hati) ini, sisi materi secara umum sama dengan inti materi yang diikuti di training pertama meski contoh-contoh aplikasi yang di paparkan pada training pertama yang di ikuti di Cibubur titik tekannya pada caracter building pemuda Indonesia, sedang pada training kedua ini contoh-contoh aplikasinya menurutku lebih banyak titik tekannya pada sosial kemasyarakatan (pendapat subyektif..he…he…he).
Adapun rangkuman yang bisa saya goreskan tentang materi training sehari yang disampaikan langsung oleh trainer Heart Intelligence Bapak Drs. H. Basuki AR, M.Si, dengan durasi waktu mulai jam 9 pagi sampai jam 6 sore pada hari ahad 4 Desember 2011, inilah coretan yang bisa di share, moga bermanfaat……
Proses penciptaan manusia sebagai makhluk yang sempurna dan terbaik karena telah dilengkapi dengan akal , salah satu pembeda manusia dengan mahkluk lainnya, hingga dengan akal inilah manusia bisa membedakan antara yang baik dan buruk, selain akal ada sisi lain yang bisa menyempurnakan kesempurnaan akal manusia yaitu hati. Landasan hadis yang bisa dijadikan pegangan yaitu :
“Kalau hati itu baik, maka baiklah seluruh badannya, tapi kalau hati itu rusak maka rusaklah seluruh badan”(HR. Muttafaq’alaih)
Heart Intelligence dapat disinergiskan dengan rumusan.
HI= IQ+EI+SI
Hasil yang bisa didapatkan terangkum dalam 3 S yaitu :
1. Smart Memiliki sifat logis, rasional, cenderung akademis, berpikir sekuelKerja Cerdas.
2. Smile Memiliki sifat ramah, mudah bergaul, cenderung praktis, berpikir spontan
Kerja Mawas.
3. SincereMemiliki sifat tulus, jujur, tanggung jawab, mudah memaafkan, low profileKerja Ikhlas.
Jadi kalau 3 S ini mampu dimaknai maka apa yang dijalani dalam keseharian selalu fokus melakukan sesuatu dengan penuh rasa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik sesuai amanah yang diberikan Allah kepada setiap diri untuk memberi kemanfaatan bagi sesama, jadi apapun profesi dan amanah yang kita emban insya Allah selalu dihadapi dengan enjoy dan dipahami sebagai bentuk penghambaan apapun itu muaranya selalu kembali kepada Sang Pencipta.
Manusia memiliki 3 potensi diri yaitu :
1. Rasio atau bisa di istilahkan dengan otak rasional, potensi ini sebagai sarana untuk mengindera apa saja yang ada di alam ini, otak rasio ini cenderung pada otak kiri (Short Term Memory), cara kerjanya diantaranya konvergen, digital, abstrak, proporsional, analitik, linear, linear, rasional dan obyektif. Potensi pikir yang akan melahirkan IQ yang juga bisa memberikan sentuhan pada kehidupan manusia dari aspek pemahaman ilmu dan teknologi yang bisa melahirkan pemahaman tentang apa yang ada dalam kehidupan ini.
2. Rasa atau diistilahkan dengan otak intuitif yaitu kemampuan seseorang untuk dapat merasakan apa yang ada pada sekelilingnya sehingga melahirkan kecerdasan emosi. Kecerdasan rasa (otak intuitif) ini cenderung menggunakan otak kanan (Long Term Memory), cara kerja otak ini : Divergen, analogi, primer, konkret, sintetik, holistik, relasional, su byektif.
Dengan kecerdasan emosi maka kitapun akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain(empati), sebagaimana sabda Rasul :
“Tidaklah beriman kalian kalau kalian tidak mencintai orang lain seperti kalian mencintai dirimu sendiri” .
Hal ini bukan sekedar mengandalkan pemikiran tapi juga berinteraksi dan merasakan secara langsung yang diperoleh dari suatu penghayatan. Proses mengolah rasa ini memerlukan penjagaan dan bersifat kontinyu.
3. Iman ( Otak Spritual), potensi fitrah yang selalu melekat pada diri manusia, siapapun dia pasti menginginkan masuk surga, hidup dalam kebaikan, keikhlasan, kasih sayang dan mendapatkan keridhoan dari Sang Pencipta. Iman inilah yang melahirkan kecerdasan spiritual yang dapat dilatih dengan merenung dan memaknai hidup ini dengan benar sesuai aturan Allah.
Key Word untuk untuk membersihkan kefitrahan hati manusia itu adalah ikhlas.
Sebuah proses untuk membangun kecerdasan hati agar selalu ikhlas dengan cara mensinergikan tiga potensi yang fitrah manusia yaitu antara rasio (IQ) sehingga cerdas melahirkan simpati, Rasa lahirlah trampil yang akan membangun empati, dan iman (Spiritual) sehingga taqwa dan lahirlah telepati.
Membangun kecerdasan hati mensinergikan kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual yang dapat menstimulus terciptanya manusia unggul (Ulil Albab).
Ada beberapa point yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi dalam diri yaitu:
Tentukan Tujuan
Sebagai seorang hamba kita harus memiliki tujuan yang jelas dalam kehidupan ini sehingga arah gerak kita jelas dalam mencapai sesuatu.
Lakukan Perubahan Diri.
Optimalisasi pemanfaatan segala potensi yang diberikan oleh Allah, jadi idealnya harus melakukan terobosan-terobosan baru dalam rangka perubahan diri ke arah yang lebih baik.
Berani menembus batas
Fungsi-fungsi sebagai konduktor, motivator, pelopor kerap ditemui dalam point ini karena ada lompatan-lompatan yang bisa dilakukan sehingga seseorang sampai di titik optimal, ia berani menembus batas tanpa di sekat oleh ruang-ruang kungkungan keputus asaan tetapi yang justru ditumbuhkan adalah optimis saat melakukan sesuatu apapun rintangannya, tidak kemudian menghentikan langkah-langkanya, maju terus sampai menembus batas.
Mulai dari yang kecil
Melakukan sesuatu mulai dari hal yang kecil.
Lakukan Sekarang Juga
Kesempatan begitu berharga dan tidak datang untuk yang kedua kalinya, maka lakukan apa yang bisa dilakukan seoptimal mungkin pada saat ini, karena tidak menutup kemungkinan itu adalah kesempatan terakhir bagi kita, jadi yang dituntut dalam kondisi ini adalah membangun satu persepsi dalam diri bahwa setiap moment apapun itu begitu berharga bagi kehidupan kita.
Ada nasihat dari Ali Bin Abi Tholib yang patut kita renungi :
“Kesalahan terbesar adalah ketakutan
Rekreasi terbaik adalah bekerja
Musibah terbesar adalah keputus asaan
Keberanian terbesar adalah kesabaran
Guru terbaik adalah pengalaman
Misteri terbesar adalah kematian
Kehormatan terbesar adalah Kesetiaan
Karunia terbesar adalah anak yang sholeh
Sumbangan terbesar adalah berpartisipasi
Modal terbesar adalah kematian”
Semoga Allah menjaga kita dalam komitmen untuk senantiasa belajar dan berproses pada perbaikan diri dalam rangka upaya mensinergikan potensi-potensi yang diamanahkanNYA, sebagai wujud rasa syukur, dengan memahami bentuk penghambaan ditengah ketidak sempurnaan sebagai seorang hamba yang selalu berlumur kekhilafan, menyadari kekhilafan menuju perbaikan diri di sepanjang jejak amanah kehidupan.
( Mia sesaat di Kota Pelajar di detik-detik menjelang pulang kampung @Sulawesi Tenggara dalam kontemplasi di 7 Muharam di jejak menapak mimpi menembus batas cita-cita, Alhamdulillah Yaa Rabb……telah Kau perkenankan hamba di akhir tahun ini menyusuri berbagai hikmah keagunganMU, Dan Syukurku tak pernah bertepi telah Engkau limpahkan hamba segalaNYA, Dan semoga rasa syukur itu selalu beriringan dengan jiwa penghambaanku kepadaMU)
Tak Lupa ucapan terima kasih banget kepada seorang Ummi yang telah memberikan hadiah milad tahun ini dengan tiket masuk training Heart intelligence seharga RP. 125.000, Jazakillah khairan Jaza(^_^)meski Allah mempertemukan kita beberapa bulan lalu tapi sungguh saya telah dibelajarkan banyak hal lewat ummi, semoga saya bisa terus belajar dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri……. salam perpisahan ya(^_^) terima kasih tuk segala kebaikanNYA………………………
ジョグジャカルタ、二千年十二月四日日曜日。。。。。。。。


suka sekali dengan tulisan kak mia
saya baru tahu ada heart intelegence, menarik
Silmya(^_^) Alhamdulillah, mg coretan ini bermanfaat ya, Trims bgt dah berkunjung(^_^)
Untuk melengkapi kecerdasan hati, ada baiknya kita baca buku “Laduni Quotient; Model Kecerdasan Masa Depan”. Insya Allah bermanfaat.
Trims Bgt Infonya sangat bermanfaat Pak/Cak Supri