Taburan coklat, nuansa pink, semarak Rose mengembang bersama hati yang terbawa oleh nuansa merah jambu di setiap tanggal 14 February, entah itu dirasakan oleh mereka yang merasa spesial, sekedar ikut-ikutan hingga terkontaminasi dan terjebak oleh rayuan gombalisasi cap lebay.com dari seseorang yang merasa so sweet hari itu, Ahaa…harusnya rayuannya make rayuan pulau kelapa kali ya kayak lagu karya Ismail Marzuki ………biar makin berasa nasionalismenya he…..he…..he^_^, jadi rayuan gombalisasi cap lebay.com, gak perlu dimunculkan di kamus cinta antah beranta dari versi bahasa planet apapun yang belum jelas ujung pangkalnya, alias gak perlu di jadikan referensi!!!!! Inga…….inga……Inga…….!!! kita milihnya jalan yang lurus aja deh…….biar bisa dapat tiket surga, Amiiiin….Insya Allah^_^.
Ngomong-ngomong tentang Rayuan gombalisasi cap lebay.com kita kudu bisa memanage juga lho dengan fenomena kecanggihan teknologi saat ini dengan fasilitas situs-situs jejaring sosial yang makin marak baik itu FB, Twitter, Blog, akses chatting belum lagi HP dari tipe jadul sampai mutakhir dengan SMS,MMS, BBM dan lainnya dapat membuka ruang-ruang baru yang jika tidak digunakan secara bertanggung jawab maka boleh jadi membuka potensi-potensi aliran lebay seperti yang di sebutkan diatas, jadi pastikan semua kecanggihan teknologi hanya digunakan untuk hal-hal baik dan memberi kemanfaatan pada banyak orang lewat spirit, inspirasi atau tulisan bermanfaat lainnya, kembali ke Valentine Day……
Para “lebayer” yang terkena “sindrom pemuja cinta” di setiap 14 Februari ketiban merangkai kata yang dipoles melebihi kepiawaian pujangga menyusun aksara-aksara yang mengalir membentuk satu ungkapan spesial pastinya dengan kata kunci yang paling populer sedunia “ Aku Cinta Kamu”, “ Aku Sayang kamu” (Gubraaak, ini mah ungkapan para pemuja yang beraliran kelebay-lebayan, he…….he………he………soale kalau beraliran “kanan” gak bakal kena tilang lho kok jadi kesana?maksudnye??….kembali ke jalan yang lurus^_^ Benerkan kalau jalurnya “kanan” pasti jadi aman terkendali membuat malaikat pencatat kebaikan yang di sebelah kanan jadi senang mencatat diary kehidupan kita di dunia ini, Hmm….semoga kita selalu dituntun di jalur kanan, Amiin^_^
Di hari Valentine tidak jarang aliran kata yang sudah dipastikan akan selalu bersenyawa dengan cinta & sayangpun ikut bertebaran di mana-mana melengkapi pernak-pernik Valentine Day tsb, di tambah lagi propaganda media yang secara umum mengkampanyekan tentang hari yang kata sebagian orang sebagai hari kasih sayang itu ?@#%&##???????=? Ups ini mah bukan kata saya lho yah, saya mah sejak dulu tidak pernah setuju dengan Valentine day he……he…he…..ekstrim banget yah^_^ emang tuk yang kayak gini harus tegas katakan tidak!!! Dan menolak hal-hal yang bertentangan dengan prinsip Islam.
Ada apa denganmu Valentine Day?
Sebelum terlanjur masuk dalam lingkaran “merah jambu” dengan status menjadi “pinker ” di hari tersebut yuk kita refresh dulu deh tentang Valentine Day? ……….
Apa sih Valentine itu?………
Kata Valentine berasal dari Bahasa latin yang berarti “ Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa, Konon kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhan Orang Romawi, jadi aja disadari atau tidak menurut Ken Sweiger dalam artikelnya “ Should Biblical Christians Observe It” jika meminta orang menjadi “ to be my Valentine” hal itu berarti memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa” dan menghidupkan budaya pemujaan terhadap berhala, Astagfirullah Hal ‘Azim, Nauzubillah min zalik………..
Kita akan mencoba membuka lembaran-lembaran sejarah Valentine Day rujukannya diambil dari the World Book Encyclopedia(1998) yang mengatakan :
“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on february 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources…plus the belief that spring is a time for lovers”
Terjemahannya :
“Beberapa sumber mengacu pada sebuah pesta yang dilakukan orang-orang Romawi Kuno yang disebut Lupercalia. Ahli lain menghubungkan Valentin’s day ini dengan beberapa pendeta. Sementara ahli yang lain menghubungkan dengan sebuah kepercayaan Inggris yang menyebutkan bahwa burung-burung memilih pasangannya pada tanggal 14 Februari. Valentine Day ini memungkinkan datang dari kombinasi ketiga sumber yang disebutkan tadi. Kemudian dihubungkan dengan sebagai hari bagi para pecinta”
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13 sampai 18 februari. Dua hari pertama di persembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish love) Juno Februata, sedang tanggal 15 Februari mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala.
Pada tahun 496 M, Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada tanggal 14 Februari, 200 tahun setelah “digantung” oleh Kaisar Claudius.
Menurut The Chatholic Encyclopedia Vol.XV sub judul St.Valentine memberi gambaran bahwa ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang diantaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi, namun demikian tidak pernah dijelaskan “St. Valentine” yang dimaksud karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda-beda.
Sudah jelas bangetkan tentang Valentine Day itu…….
Masihkah kita menempatkannya menjadi sesuatu yang Spesial?
Jawabannya dengan tegas kita akan dengan lantang mengatakan ….
TIDAK……….TIDAK……….TIDAK…………!!!!!!!!!!!!
VALENTINE DAY, NO WAY……!!!!!!!!!!!!!
Yuuk kerenkan diri dengan kembali ke islam biar lebih berasa nilai yang kita tata untuk diri dan pada banyak orang di kehidupan ini, pastikan ngikutin sesuatu karena landasan ilmunya jelas, dan tuntunannya gak asal , hmmm boleh aja asal……tapi…… asal baik, asal berpahala, asal bermanfaat, asal bisa jadi tiket ke surga itu mah gak apa-apa ….., tapi kalau cuman ngikut arus gak deh,..he……he…..he^_^
Cukuplah arti dari ayat-ayat suci ini sebagai renungan bagi kita :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggung jawabannya.”(Q.S. Alisra : 36).
Juga dari hadis Rasul yang diriwayatkan Abdullah Bin Umar bahwa Rasulullah bersabda :
“ Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka”
(HR.Abu Daud)
Walahu’alam bi showab………….
Mia dalam catatan renungan medio Februari 2012 @Kota Baubau, Sulawesi Tenggara……….

