Japanese

uji-kyoto1

CIRI TATA BAHASA JEPANG

Menilik pola kalimat bahasa Jepang tentu terkait dengan pemahaman tentang tata bahasa Jepang itu sendiri atau istilah Jepangnya disebut Bunpou. Secara umum tata bahasa Jepang memiliki perbedaan yang cukup mendasar dengan Bahasa Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dalam contoh sederhana sebagai berikut :

Contoh Bahasa Indonesia dengan pola Subyek, Predikat,Obyek (SPO):

Ibu membaca majalah

Ibu sebagai subyek, Membaca sebagai predikat dan majalah sebagai obyek.

Dalam pola Bahasa Jepang : Haha wa zasshi o yomimasu berpola subyek, obyek, predikat(SOP)

Haha=Ibu sebagai subyek, Wa merupakan partikel penanda subyek, Zasshi=majalah sebagai obyek, o sebagai partikel penanda obyek dan yomimasu=membaca

Beberapa hal mendasar yang membedakan antara bahasa Indonesia dan Bahasa jepang sebagai berikut :

1. Kata Kerja dalam bahasa Jepang disebut doushi biasa terletak diakhir kalimat.

Contoh : Ani san wa ocha o nomimasu = Ani minum teh

Ocha = teh

Nomimasu = minum

2. Kata benda (Meishi) dalam bahasa Jepang secara umum tidak memiliki bentuk jamak seperti halnya dalam bahasa asing lain seperti bahasa Inggris.

contoh : Kata benda kodomo = anak , kata ini berlaku juga untuk bentuk jamaknya yaitu berarti anak-anak.

3. Kata sandang (artikel) dan beberapa kata sifat dalam bahasa Inggris tidak digunakan dalam bahasa Jepang. Kata-kata seperti “sebuah/seorang), “The” (bahasa Inggris), “beberapa”, dan “any” (bahasa Inggris) tidak memiliki padanan dalam bahasa Jepang.

4. Kata Watashi (saya) dan anata (anda) sebagai pokok kalimat dalam sebuah kalimat sering dihilangkan.

5. Bentuk kata kerja (doushi) pada bentuk sekarang dan akan datang penggunaanya sama.

contoh: Watashi wa gakkou e ikimasu= saya pergi ke sekolah/Saya akan pergi ke sekolah

( watashi=saya, wa=partikel penanda subyek, gakkou=sekolah,e= ke, partikel, ikimasu= pergi).

6. Ciri dari kalimat Bahasa Jepang memiliki joushi , joushi merupakan partikel yang mana partikel tersebut berfungsi untuk menyambungkan kata-kata untuk membentuk kalimat.

3 partikel penting dalam bahasa Jepang:

Wa, mengikuti topik atau pokok kalimat (subyek) dari sebuah kalimat.

contoh : Watashi wa yamada desu = Saya Yamada.

Ga, mengikuti subyek dari sebuah kalimat.

contoh : Hitori ga arimasu = ada 1 orang=>hitori=1 orang, arimasu = ada.

o, mengikuti obyek langsung dari kata kerja(doushi)

Contoh: Suugaku o benkyoushimasu=Belajar matematika

Suugaku= matematika, benkyoushimasu= belajar.

7. Ciri khas kalimat tanya dalam bahasa Jepang di akhir kalimat ditambahkan ka

Contoh : Kore wa fudebako desuka?= Apakah ini kotak pensil?

Kore= ini wa, partikel penanda subyek, fudebako=kotak pensil, desu, kata pelengkap dan ka sebagai kalimat tanya(apakah) atau dalam percakapan (kaiwa) ditandai dengan intonasi naik.

2 Tanggapan

  1. Mohon kalau bisa semua jaushi dapat dibuat seperti ini, karena joushi sangat sulit dalam belajar bahasa jepang, terutama penggunaannya. Terima kasih banyak….

    1. salam sejahtera..
      saya suka dengan ulasan anda..tapi mohon dibuat lebih rinci lagi..terutama tentang partikel/joshi..karena 1 joshi saja byk bgt penggunaannya..taruhlah “ni”…krn tu mohon lebih detil lagi..sankyu

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.